Agar dapat melukiskan hasratku, kekasih,
Taruh bibirmu seperti bintang di langit kata-katamu,
Ciuman dalam malam yang hidup,
Dan deras lenganmu memeluk daku
Seperti suatu nyala bertanda kemenangan
Mimpiku pun berada dalam
Benderang dan abadi. (karya Paul Eluard, penyair Perancis abad ke-19 paling terkemuka dari golongan surealis)
“alangkah manis bidadariku ini
Bukan main elok pesonanya
Matanya berbinar-binar
Alangkah indahnya
Bibirnya,
Mawar merekah di taman surga”
“ilahi, setiap kali,
Bila kerenungkan kemurahan-Mu
Yang begitu sederhana mendalam
Akupun tergugu
Dan membulatkan sembahku pada-Mu”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar